Kenapa Online Shop atau yang
disebut juga Online Store atau Toko Virtual? Produsen ataupun penjual saat ini
harus dapat mengikuti perkembangan jaman. Perlahan tapi pasti, toko tradisional
atau supermarket akan ditinggalkan oleh konsumen. Faktor - faktor yang
mempengaruhi orang meninggalkan cara berbelanja konvensional dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yang dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu faktor internal dan
faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor
yang mempengaruhi orang untuk berbelanja. Secara sederhana, jika seseorang
ingin berbelanja disebabkan adanya:
- Kebutuhan dan keinginan, tanpa adanya kebutuhan maka orang tidak akan berpikir untuk mencari dan berbelanja.
- Kemampuan untuk membeli, orang akan berbelanja jika mereka berkemampuan untuk berbelanja dan mereka tahu berapa harga barang yang akan mereka belanjakan.
- Tahu tempat untuk mendapatkannya, mudah dijangkau. Sifat dasar dari manusia akan merasa nyaman berbelanja jika mereka tahu kemana mereka mendapatkan barang yang mereka cari dan beli.
- Pengalaman berbelanja yang menyenangkan, mudah, berkualitas, harga murah, nyaman dan aman. Pengalaman berbelanja yang seperti disebutkan ini akan menentukan loyalitas pelanggan dan salah satu cara promosi yang alami dengan referensi atau dari mulut ke mulut. Orang akan merasa enggan untuk mencari tempat belanja yang sulit dijangkau, seperti di luar negeri atau lokasi yang macet, kotor, bau, panas, becek, antrian panjang atau berdesak - desakan. Orang juga akan merasa memiliki kepuasan sendiri jika barang yang mereka beli murah namun berkualitas, tempat belanja yang aman dari kriminalitas atau rawan bencana.
Faktor Eksternal. Kondisi tempat
berbelanja baik itu warung, toko, mini market, pasar - pasar tradisional,
supermarket, pusat perbelanjaaan atau kota belanja yang ada di Indonesia ini
mulai dipenuhi dengan masalah - masalah yang mampu menurunkan daya beli
masyarakat. Masalah - masalah eksternal ini justru banyak berlawanan dengan
yang disebutkan dalam faktor – faktor internal, seperti:
- Waktu, bukan hanya karena kesibukan yang menjadi penyebab sempitnnya waktu yang tersedia untuk berbelanja, namun juga lamanya waktu untuk mendapatkan barang yang baik atau yang sesuai keinginan juga menyebabkan keenganan orang untuk berbelanja.
- Ketersediaan stok Memang saat ini di supermarket dan pusat perbelanjaan konvensional sudah menyediakan jasa layanan pelanggan yang tidak saja melayani keluhan pelanggan, tetapi juga dapat memberikan informasi produk dan stok, Namun sayangnya kebanyakan orang masih enggan untuk menggunakan layanan tersebut. Sedangkan mini market – mini market yang tersebar saat ini umumnya tidak menjual produk lengkap seperti yang ada di supermarket, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
- Tempat. Supermarket, pusat – pusat perbelanjaan dan pasar – pasar tradisional tentu memilih tempat – tempat yang strategis, saat ini dengan bertambahnya volume kendaraan, tempat – tempat tersebut menjadi susah dijangkau karena kemacetan lalu lintas, padahal untuk mendapatkan tempat yang strategis saat ini tidaklah mudah, terkecuali meng-create tempat – tempat super blok yang terpadu dan memiliki peluang usaha dari orang – orang yang tinggal didalam dan sekitaran superblok. Harga produk – produk yang dijual di supermarket, pusat – pusat perbelanjaan juga menjadi lebih tinggi karena biaya sewa tempat yang mahal dan terus naik setiap tahunnya.
- Layanan ekstra, dengan alasan kemudahan pembeli online sudah terbiasa dengan layanan antar dan bayar ditempat, sehingga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan barangnya. Sedangkan layanan ekstra yang ada pada penjual konvensional saat ini terbatas hanya pada pengiriman barang dengan syarat dan ketentuan yang ada.
- Kriminalitas. Faktor eksternal kriminalitas ini tidak saja terus menerus tentang pencurian, pembunuhan, tawuran tetapi juga soal kecurangan yang dilakukan oleh penjual, timbangan yang diakali, harga yang tidak transparan atau harga tembak dan lain sebagainya kecurangan - kecurangan yang dapat dilakukan oleh penjual atau karyawan toko.
Keuntungan berbelanja secara
online akan menjawab masalah - masalah yang disebutkan diatas juga terdapat
inovasi – inovasi baru yang tidak bisa didapatkan di toko – toko konvensional,
yaitu:
Keuntungan bagi konsumen:
- Tidak terbatas waktu dan tempat. Konsumen dapat melakukan transaksi dimana saja, 24 jam sehari, tidak terbatas di hari libur atau pada saat akan tidur. Berbelanja dari komputer di kantor, laptop, tablet sampai smartphone. Di kantor, di rumah, dalam perjalanan dan dimana saja.
- Kemudahan bertransaksi. Faktor yang tidak kalah penting adalah kemudahan, konsumen dapat melakukan komparasi harga, maupun spesifikasi dari beberapa toko virtual sekaligus pada saat bersamaan, konsumen juga dapat melakukan pengecekan stok sebelum berbelanja. Konsumen juga dapat mendapatkan informasi dan harga produk dengan mudah tanpa harus repot mengangkat telepon untuk mencari tahu informasi dari layanan pelanggan.
- Lebih aman dan nyaman. Kalau jaman dahulu, walaupun keamanan transaksi virtual sudah ada, namun pola pikir konsumen masih banyak dipengaruhi dengan adanya penipuan transaksi atau penjual fiktif, kini dengan semakin maraknya toko virtual di internet, maka kebijakan pemerintah juga ikut andil mendukung transaksi jual beli di internet, dukungan keamanan transaksi dari perusahaan – perusahaan keamanan transaksi digital di internet semakin banyak dan semakin canggih ditambah dengan kesadaran penjual online dengan reputasi bisnisnya dengan mengeluarkan fitur – fitur yang dapat menjamin keamanan transaksi, seperti uang virtual yang akan di-debet jika barang yang dibeli sudah diterima dengan baik dan sesuai keinginan konsumen. Konsumen juga tidak perlu mengantri untuk berbelanja seperti yang terjadi setiap akhir bulan di supermarket - supermarket besar di Indonesia. Kenyamanan bertransaksi bisa disesuaikan oleh konsumen sendiri, bisa bertransaksi hanya dengan menggunakan daster, sambil tiduran atau dilakukan di alam terbuka, konsumen akan mendapatkan pengalaman transaksi yang berbeda dan menyenangkan.
- Adanya layanan ekstra. Yang tidak selalu konsumen dapatkan dengan cara berbelanja konvensionel adalah layanan antar sampai ke tujuan. Banyak jasa pengiriman barang yang turut bekerjasama dengan pihak online store untuk memberikan kemudahan kepada konsumen toko virtual tersebut dan memberikan mutual benefit bagi mitra bisnisnya yaitu toko virtual. Bentuk layanan ekstra dari toko virtual adalah pemberian jaminan kualitas barang dengan fasllitas retur barang yang sudah dibeli jika barang yang dibeli ternyata rusak dari pabrik atau tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pembeli.
Keuntungan bagi penjual:
- Biaya lebih murah. Dibandingkan dengan menyewa ruang usaha, biaya sewa hosting di internet saat ini terbilang cukup murah, para penyedia jasa layanan hosting juga memberikan beberapa paket yang sesuai dengan segmentasi dan target penjualan, seperti akses hosting dengan infrastruktur local Indonesia yang lebih murah dan akses yang lebih cepat. Dari data yang ada, saat ini untuk kebutuhan hosting toko online bisa didapatkan dengan harga Rp. 300.000 saja per tahun, belum termasuk nama domain (misal www.tokobukuvirtual.com). Penjual atau yang dikenal juga sebagai seller juga tidak perlu menganggarkan biaya untuk pengadaan sumber daya manusia yang biasa bertugas untuk menjaga, melayani dan menawarkan produk yang dijualnya, selain itu juga toko online dapat memotong jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan biaya yang cukup, yang akan berpengaruh dengan harga jual produknya. Banyak produsen yang mempunyai toko online yang dapat menjual barangnya lebih murah karena mereka tidak memerlukan distributor, agen atau pengecer yang banyak dalam memasarkan produknya. Malah saat ini sudah ada sistem dropship yang mana akan memotong supply chain yang membutuhkan strategi agar distribusi barang sesuai dengan kebutuhan dari suatu daerah.
- Jam operasional yang lebih leluasa. Toko Online bisa membuka tokonya 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tidak terpengaruh dengan hari libur atau tanggal merah untuk transaksi penjualan.
- Sarana promosi, sebagai toko, tempat melakukan transaksi, toko online secara tidak langsung dapat digunakan sebagai sarana promosi baik oleh toko atau produsen produk yang dijual. Seller memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan dengan jasa iklan yang dipasang oleh produsen.
- Standarisasi, adalah suatu hal yang tidak mudah untuk menyeragamkan pelayanan, tata ruang dan desain toko jika penjual memiliki outlet lebih dari satu. Proses duplikasi pada toko konvensional pasti akan mengalami deviasi yang disebabkan faktor lingkungan atau budaya disekitar tempat tokonya berada. Hal ini tidak berpengaruh secara signifikan pada toko online, karena sifatnya yang fleksibel dan satu arah saja.
- Maintenance yang mudah. Perawatan, update harga, penambahan atau penghapusan produk adalah suatu yang menjadi dasar pembangunan toko online. Melakukan update dan maintenance bisa dilakukan sendiri oleh penjual tanpa perlu bantuan dari para programmer.
- Otomatisasi. Pembukuan penjualan bisa langsung terintegrasi dengan akutansi pada saat konsumen telah melakukan pembayaran. Ini akan mengefektkan kinerja penjual melalui toko online. Banyak pengembang software toko online yang memanjakan seller dengan fitur - fitur laporan dan grafik - grafik yang mempermudah seller untuk mengetahui besarnya transaksi dan keluar masuknya barang. Seller-pun dapat mengaksesnya tanpa ada batas ruang dan waktu.
Setelah mengetahui latar belakang, trend pasar dan keuntungan - keuntungan dengan adanya toko online secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk mulai membuka usahanya sendiri untuk menjadi entrepreneur dan mendukung kewirausahaan di Indonesia.
Dengan fokus kami kepada pengembangan usaha kecil dan menengah, kami dapat memberikan solusi terbaik bagi Anda. Silakan menghubungi kami melalui email sales@pstid.com atau hubungi kami di 021-7205114. Selamat memulai wirausaha Anda.






0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.